bungfrangki Sebaik mungkin mencoba bergumul dengan hasrat. Gagasan. Sebelum hal itu benar-benar menghilang karena ketidakmampuan jiwa-raga untuk membuatnya selalu melekat. Saat-saat mulai terasa berat untuk dideklarasikan. Apa boleh buat, itu sudah tugas kita untuk membuat hidup menjadi lebih menarik dan independen.

Cara Menggunakan Subdomain www untuk Blogger dan Domain Utama untuk WordPress

4 min read

Cara Menggunakan Subdomain www untuk Blogger dan Domain Utama untuk WordPress

Akhirnya jadi juga membuat tutorial tentang cara menggunakan satu domain pada platform yang berbeda, Blogger dan WordPress.

Belakangan ini saya sudah memantapkan diri untuk tetap menggunakan domain utama Bungfrangki.com untuk WordPress. Yang awalnya baru coba-coba, dan kepikiran untuk memindahkannya pada subdomain yang lain.

Yaa walaupun akan membuat pengunjung bingung, tetapi itulah resiko yang akan saya terima selamnya.

Bagi yang masih merasa bingung, mengapa domain ini bisa digunakan pada dua platform yang berbeda, berikut penjelasannya.

Sejak awal, yang sebetulnya terpasang platform Blogger itu adalah subdomain www, dalam hal ini www.bungfrangki.com, bukan domain utama yang beralamat bungfrangki.com. Hanya saja, domain utama itu akhirnya bisa redirect ke subdomain www, karena kita mencentang kotak redirect pada setelan domain di Blogger.

Cara Menggunakan Subdomain www untuk Blogger dan Domain Utama untuk WordPress

Jadinya, setiap kali kita mengetikkan domain utama (tanpa www) pada address bar browser, maka akan selalu dialihkan (redirect) ke subdomain www.

Nah, jika kita melepas centang tersebut, dan menghapus pointing ke IP public Google untuk blogspot/blogger (216.239.32.21, 216.239.34.21, 216.239.36.21, dan 216.239.38.21) pada DNS Manager, maka domain utama (bungfrangki.com) itu menjadi tidak terkait lagi dengan Blogger.

Dengan demikian, domain utama tersebut kita bisa gunakan untuk install platform blog lainnya, dalam hal ini WordPress.

Menganggapi pertanyaan “kok bisa satu domain terpasang Blogger dan WordPress?” jawabannya sangat bisa, selama IP public hosting tidak diarahkan ke www atau subdomain lainnya yang digunakan pada Blogger.

Kondisinya persis sama untuk menginstal WordPress pada sub-direktori. Jika sub-directori itu menggunakan subdomain yang sudah dialamatkan ke Blogger, maka tidak bisa lagi diinstal WordPress.

Misalnya ingin menginstal WordPress pada sub-directori https://www.bungfrangki.com/blog/. Hal itu tidak bisa dilakukan, mengigat subdomain www telah diarahkan ke Blogger dengan CNAME pada setelan DNS Manager.

Kira-kira kurang lebih begitu penjelasannya. Hingga akhirnya domain utama ini bisa terpasang platform WordPress.

Cara Menginstall WordPress pada Domain Utama

Dalam hal ini, pastikan Anda sudah membeli hosting untuk domain yang ingin diinstalkan WordPress. Jika belum, silahkan memilih salah satu hosting terbaik dan murah di Indonesia atau menggunakan hosting yang sudah ada.

Untuk menginstal WordPress pada domain utama pastikan mengikuti langkah-langkah berikut ini dengan teliti.

Melepas Centang Redirect ke Domain Utama pada Blogger

Sebelum menginstall WordPress pada domain utama, pastikan Anda sudah melepas centang redirect yang mengarah ke domain utama pada Blogger. Hal itu penting dilakukan agar domain utama (tanpa www) tidak akan dialihkan lagi ke www.

Yaitu masuk ke menu Setelan > klik Edit pada alamat blog > lalu hilangkan centang redirect, seperti pada gambar berikut ini.

Cara Menggunakan Subdomain www untuk Blogger dan Domain Utama untuk WordPress

Setingan Pointing Domain ke IP Public (Shared IP Address)

Pengaturan selanjutnya yang dilakukan sebelum install WordPress adalah menyetel DNS. Caranya sebagai berikut:

Login ke dashboard tempat Anda membeli domain. Klik pada domain lalu Kelola DNS.

Jika menemukan 4 IP Blogger/blogspot ini pada daftar, silahkan dihapus:
216.239.32.21
216.239.34.21
216.239.36.21
216.239.38.21

Yang terlihat seperti pada gambar berikut:

Setingan Pointing Domain ke IP Public (Shared IP Address)

Jika sudah menghapus keempat IP tersebut, selanjutnya menambahkan A record baru. Yang mana domain utama akan diarahkan ke IP public (shared IP Address) hosting. Shared IP Address hosting Anda dapat dilihat pada CPanel seperti gambar ini:

Setingan Pointing Domain ke IP Public (Shared IP Address)

Pada kolom Nama Host isikan simbol “@” tanpa tanda petik, hasilnya akan berubah menjadi nama domain sendiri setelah disimpan. Kolom Jenis Record pilih A (Address). Lalu pada kolom Alamat isikan alamat IP hosting Anda.

Setingan Pointing Domain ke IP Public (Shared IP Address)

Pada kolom Prioritas dikosongkan saja.

Lalu Simpan perubahan.

Sampai pada tahap ini, sekarang domain utama sudah berhasil terpointing ke IP public hosting. Sambil menunggu propagasi, Anda sudah bisa langsung menginstal WordPress melalui CPanel.

Penting: masa propagasi setidaknya menunggu 15 menitan, atau paling lama 1×24 jam.

Cara Install WordPress di cPanel Melalui Softaculous

Kebetulan provider hosting yang saya pilih ini menyediakan Softaculous, maka untuk instalasi berbagai cms (content management system) menjadi semakin mudah, lebih-lebih menginstal WordPress.

Cara install WordPress melalui Softaculous adalah sebagai berikut:

Langkah 1: Login ke cPanel Hosting

Untuk masuk ke menu cPanel hosting, silahkan ketikkan https://namadomainanda.com/cpanel atau melalui dashboard member area provider hosting Anda.

Cara Install WordPress di cPanel Melalui Softaculous

Langkah 2: Cari Softaculous Apps Installer

Setelah berhasil masuk ke cPanel, gunakan kolom pencarian dengan mengetikkan “softaculous” tanpa tanda petik lalu pilih Softaculous Apps Installer.

Cara Install WordPress di cPanel Melalui Softaculous

Langkah 3: Pilih WordPress

Setelah berada di dashboard Softaculous, Anda akan melihat berbagai macam Content Management System (CMS). Untuk menginstal wordpress, maka arahkan kursor pada WordPress lalu klik Install.

Cara Install WordPress di cPanel Melalui Softaculous

Langkah 4: Konfigurasi Install WordPress

Pertama, pada Software Setup perhatikan baris Choose Installation URL. Pastikan Anda hanya memilih https:// pada Choose Protocol. Jangan sampai memilih https://www atau http://www.

Cara Install WordPress di cPanel Melalui Softaculous

Kedua, langkah selanjutnya silahkan sesuaikan sebagaimana mestinya. Seperti pengaturan instalasi WordPress pada umumnya. Mulai dari Site Settings, Admin Account, Choose Language dan Select Plugin(s).

Cara Install WordPress di cPanel Melalui Softaculous

Ketiga, penting untuk dilakukan. Jika pada hosting Anda terdapat fasilitas fitur backup harian. Maka silahkan aktifkan fitur tersebut pada Advanced Options.

Caranya, silahkan klik pada Advanced Options lalu pada Automated backup pilih Once a day. Pada Backup rotation pilih 1. Artinya, backup file pada hosting Anda akan dilakukan secara otomatis sekali setipa hari.

Cara Install WordPress di cPanel Melalui Softaculous

Keempat, klik tombol Install. Tunggu proses install WordPress hingga selesai.

Cara Install WordPress di cPanel Melalui Softaculous

Kelima, jika proses instalasi sudah selesai, silahkan masu ke WP Admin melalui Administrative URL: https://namadomain.com/wp-admin/.

Domain utama tidak bisa dibuka? Kemungkinan propagasi belum selesai. Tunggulah beberapa menit lagi.

Bagaimana Setelan Webmaster?

Ini menjadi salah sastu pertanyaan yang penting, yang juga sempat dilontarkan oleh pengunjung di postingan sebelumnya, pada Alasan Menggunakan WordPress.

kita kerucutkan saja setelan webmaster ini pada Google Webmaster Tools, sebab ini yang paling diperhatikan. Mengingat mesin pencari Google masih belum ada saingannya. Apa itu? Google Webmaster Tools adalah seperangkat alat digital yang dapat digunakan secara gratis oleh Google, untuk membantu memahami apa sebenarnya yang terjadi pada website Anda.

Mulai dari lalu lintas website, kinerja website, keyword dan setelan-setelan penelusuran lainnya.

Untungnya setelan Google Webmaster Tools yang salah satunya dapat dikonfigurasi melalui Google Search Console ini sudah sangat mudah diterapkan.

Satu hal yang perlu diperhatikan, pastikan Anda sudah memverifikasi kepemilikan domain. Verifikasi kepemilikan domain yang paling dianjurkan Google adalah dengan mengaitkan data DNS dengan Google, dengan menambahkan TXT record pada kelola DNS. Caranya sebagai berikut.

Verifikasi Domain: Mengaitkan Data DNS dengan Google

Untuk mengambil data TXT verifikasi domain, silahkan masuk ke menu Setelan > Verifikasi kepemilikan > Penyedia nama domain. Salin kode seperti pada gambar ini:

Verifikasi Domain: Mengaitkan Data DNS dengan Google

Lalu login ke dashboard provider tempat Anda beli domain, tambahkan TXT record pada Kelola DNS seperti berikut ini:

Setelan Webmaster Google Search Console

Catatan: Kebetulan ditempat saya beli domain tidak ada pilihan TXT record khusus. Adanya SPF (txt) maka mau tak mau pilih itu. Jika pada provider yang Anda gunakan terdapat pilihan TXT record, maka sebaiknya memilih yang itu.

Tunggu beberapa saat, lalu balik lagi ke dashboard Google Search Console, lalu klik tombol Verifikasi.

Menambahkan Properti

Setelah urusan verifikasi domain selesai, perhatikan menu di Google Search Console. Silahkan klik panel dropdown di sisi kiri atas tampilan Google Search Console, lalu klik Tambahkan properti.

Setelan Webmaster Google Search Console

Pada tab Awalan URL ketikkan domain utama Anda lengkap dengan protocol https, contoh https://bungfrangki.com lanjutkan dengan mengklik tombol Terus.

Setelan Webmaster Google Search Console

Selanjutnya klik tombol Selesai.

Sekarang di Google Search Console domain Anda sudah terdapat property baru, yaitu domain utama.

Setelan Webmaster Google Search Console

Klik pada domain utama tersebut, lalu pergi ke menu Peta Situs. Tambahkan peta situs baru, contohnya seperti pada gambar berikut:

Cara Memanbahkan Peta Situs WordPress di Google Search Console

Selesai.

bungfrangki Sebaik mungkin mencoba bergumul dengan hasrat. Gagasan. Sebelum hal itu benar-benar menghilang karena ketidakmampuan jiwa-raga untuk membuatnya selalu melekat. Saat-saat mulai terasa berat untuk dideklarasikan. Apa boleh buat, itu sudah tugas kita untuk membuat hidup menjadi lebih menarik dan independen.

10 Replies to “Cara Menggunakan Subdomain www untuk Blogger dan Domain Utama untuk WordPress”

    1. bisa ganti nameserver domain dengan yang direkomendasikan oleh provider hosting. Bisa juga tidak mengganti nameserver. Asal IP adress hosting sudah dipointing dengan benar.

  1. Sungguh artikel yang bermanfaat dan langsung membuka kembali pikiran saya. Btw artikelnya terkena duplikat content gga mas? Di dua platform yang beda dan URL yang beda itu?

    1. seharusnya gak ada duplikat konten, selama gak ada artikel yang sama pada kedua platform. Kemungkinan duplikat content juga kecil (hampir tidak ada, kecuali sengaja publish artikel yg sama di kedua platform), mengingat di Google Search Console kedua blog ini punya sitemap sendiri-sendiri. Jadi, artikel yang dipublish pada masing-masing platform, akan tercatat pada masing-masing sitemapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *