bungfrangki Sebaik mungkin mencoba bergumul dengan hasrat. Gagasan. Sebelum hal itu benar-benar menghilang karena ketidakmampuan jiwa-raga untuk membuatnya selalu melekat. Saat-saat mulai terasa berat untuk dideklarasikan. Apa boleh buat, itu sudah tugas kita untuk membuat hidup menjadi lebih menarik dan independen.

Alasan Menggunakan WordPress

1 min read

Alasan Menggunakan Wordpress

Sebelumnya, saya selalu menggunakan platform Blogger untuk mempublikasi berbagai hal yang bagi saya keren untuk di share ke internet. Mulai dari artikel hingga template. Karena menggunakan platform Blogger, maka yang jadi bahasan utama pun tak jauh-jauh dari Blogger itu sendiri.

Hingga suatu waktu, 2 tahun yang lampau, muncul keinginan untuk memperluas pengalaman ke platform bloging lainnya. Terpilihlah WordPress (WP, WordPress.org).

Pemicunya, karena selalu saja mendapati ulasan platform Blogger dan WordPress yang terus menerus diperbandingkan di internet. Seakan-akan platform bloging di internet itu cuma mereka berdua saja. Walaupun pengetahuan saya tentang platform blogging ini (baik Blogger dan WordPress) masih ala kadarnya, saya tetap bergerak maju. Mulai menyicil referensi dari internet tentang WordPress.

Untuk menggugurkan rasa penasaran, saya mulai mencoba menggukana WordPress. Eksperimen dimulai. Awalnya saya “menyewa” hosting yang ada saat itu. Dengan spesifikasi Intel Core i5 (4 Core CPU), RAM 4GB dan storage tipe SSD 1TB. Spesifikasi seperti itu sudah lebih dari cukup untuk menampung resource sekelas blog eksperimen.

Dengan bantuan XAMPP, saya mulai membuat database, menginstal WordPress hingga menyetel segala tengek-bengeknya. Lalu membuat dan mempublikasi postingan pertama saya di WordPress. Sebagai catatan, cara “sewa” hosting semacam ini biasanya disebut dengan localhost.

Singkat cerita, beberapa bulan setelahnya saya mulai paham “cara kerja” WordPress. Walau hanya sedikit. Hingga akhirnya saya mendapati sesuatu yang hebat lagi dari WordPress. WordPress Multisite.

Barang satu ini cara instalasinya mirip-mirip WordPress tradisional. WordPress Multisite merupakan fitur bawaan WordPress yang memungkinkan user membuat beberapa website dalam satu akun. Dengan WordPress Multisite, kita bisa mengelola ratusan hingga jutaan website dari domain yang sama (subdomain atau sub-direktori). Termasuk untuk mengelola tema, plugin dan berbagai fitur lainnya.

Akhirnya, saya coba lagi install WordPress Multisite di localhost. Korban eksperimen kali ini adalah salah satu plugin jualan produk digital secara online, Easy Digital Downloads (EDD). Dalam prakteknya, saya memilih sub-direktori. Jenis website adalah untuk checkout jualan template.

Dengan bantuan Vendd theme, saya mulai mengelola 2 sub-direktori. Yang satu berbahasa Inggris. Sisalnya lagi berbahasa Indonesia, dengan menambahkan translation file (easy-digital-downloads-id_ID.mo) yang sedikit di edit menggunakan POEdit.

Hasilnya? working good!

Mohon maaf, jika uraian di atas itu lebih banyak membahasa masalah teknis. Karena memang itulah alasannya. Saya selalu penasaran dengan masalah teknisnya. Dengan menghabiskan waktu kurang-lebih 5 jam dalam 7 hari seminggu, sudah ada puluhan hingga ratusan trial and error yang berhasil dilalui. Cukup menguras tenaga, utamanya emosi. Namun akhirnya selalu menyenangkan, setelah mendapati sistemnya berjalan dengan baik.

Konklusi

Platform Blogger itu asik. WordPress itu keren. Jika ditanya, bagus mana Blogger atau WordPress, saya akan jawab keduanya tidak cukup data untuk dibanding-bandingkan. Dari segi visi, cost, struktur, development dan lainnya sudah sangat berbeda.

Ibaratnya kayak gula aren dan gula pasir. Meskipun sama-sama gula, sama-sama jadi bahan kue, cara eksekusi dan produk jadinya pun akan berbeda satu sama lain. Bahkan “rasanya” pun akan berbeda.

Saya menggunakan Blogger dengan subdomain www.bungfrangki.com, dan domain utama bungfrangki.com saya hostingkan WordPress. See, saya menggunakan keduanya.

Sub-domain (dengan www) digunakan untuk berbagi hal asik tentang Blogger. Sementera itu, domain utama (tanpa www) ini akan dijadikan untuk berbagi hal keren terkait WordPress. Tujuannya, saya ingin melalui perkembangan kedua platform blogging ini dengan nama domain yang sama.

Jika ada yang bertanya mengapa tidak menggunakan domain yang berbeda? Saya jawab, karena masalah Technis.

bungfrangki Sebaik mungkin mencoba bergumul dengan hasrat. Gagasan. Sebelum hal itu benar-benar menghilang karena ketidakmampuan jiwa-raga untuk membuatnya selalu melekat. Saat-saat mulai terasa berat untuk dideklarasikan. Apa boleh buat, itu sudah tugas kita untuk membuat hidup menjadi lebih menarik dan independen.

17 Replies to “Alasan Menggunakan WordPress”

  1. saya pertama akses ini bingung karena melihat kedua situs dengan domain yang sama, hanya berbeda www nya saja, karena memang tidak terlalu paham akan WP. ternyata WP memang menarik ya.. mantap jiwa..

  2. Kok bisa ya URL nya sama bungfrangki.com tapi platform nya berbeda? Kalo boleh tau gimana caranya ya mas bikin dua website yg berbeda tapi domainnya sama? Kalo boleh dibuatkan tutorialnya mas 😀

    1. gampang aja gan,
      di blogger hapus centang Redirect namadomain.com to www. namadomain .com

      lalu setting DNS Setting (DNS Management), tambahkan A record baru, lalu name (Bidang Nama, Label, atau Host) isi dengan domain utama dan pada Target/Value pointing ke IP server hosting (seperti blog ini yang di pointing ke IP server hosting adalah bungfrangki.com).

      kalau yang ingin di pakaikan wordpress adalah subdomain lain (selain www) juga bisa. Misalnya blog.bungfrangki.com. Tambahkan A record baru, name diisi blog.bungfrangki.com lalu content/target isi dengan alamat IP hosting. Asal jangan ke www. bungfrangki .com, karena subdomain tersebut sudah menggunakan Blogger, melalu CNAME >>> www.

      Jika pengaturan nameserver domain utama terdapat A record yang dipointing ke server google seperti ini:
      216.239.32.21
      216.239.34.21
      216.239.36.21
      216.239.38.21

      hapus A record tersebut. Lalu simpan

      Tinggal tunggu propagasi bentar, siap masuk ke wp admin.

        1. jika domain dan hosting dibeli pada provider yang sama, maka tidak perlu diapa-apain nameservernya.
          jika beli di tempat yang beda, bisa ikuti salah satu dari 2 langkah ini:
          1. ganti nameserver domain dengan nameserver hosting.
          2. tidak usah mengganti nameserver domain, cukup langsung gunakan saja IP public hosting dan diarahkan ke domain/subdomain yang ingin diinstall wordpress.

          kalau pakai cloudflare, maka pointing, penambahan cname dan subdomain, dilakukan pada menu DNS cloudflare.

  3. Sedikit bingung saya awalnya lihat postingan kenapa cuma tiga, dan baru sadar kalau sekarang Bung Frangki pakai WP. Sama seperti temen blogger diatas, sempet nyeletuk kok bisa ada dua satu WP satu Blogger…
    Tapi salut saya sama master satu ini, saya nantikan postingan selanjutnya Bung…
    Ohya, hosting WP nya pakai apa ya? Share dong…

  4. Saya juga sedang belajar wordpress mas, tapi hanya sekedar laman portofolio editing aja, haha. Karena di wp lebih keren untuk membuat laman gallery banyak plugin yang membantu. Saya gak kepikiran buat pake satu domain di dua platform. Saya kira gak bisa. Padahal bisa menghemat biaya juga.

    1. jelas akan terpisah gan, kalau mau posting di blogger musti buka blogger, klw mau posting di wp, buka admin wp.
      yg beda cuma pointing doang. domain tanpa www diarahkan ke self hosting (wordpress), yg subdomain www pakai cname, diarahkan ke ghs google.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *